Jumat, 17 Agustus 2007

MERDEKA !!! (?)

borgol

Bulan Agustus nih ! Bentar lagi semua warga negara Indonesia pasti tau, bahwa bangsa ini bakal merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan, pada tanggal 17 Agustus, untuk yang ke-62.

Saya sendiri awalnya biasa-biasa saja menyambut 17-an tahun ini. Paling banter sih, kerjaan di kantor yang mau tidak mau diarahkan pada liputan yang berkaitan dengan 17 Agustus. Segala macam pernak-pernik 17-an, isu-isu nasionalisme, dan sebagainya, habis kami gali 1 minggu terakhir ini. Tapi di lingkungan tempat tinggal, saya nyaris tak terlibat dalam bentuk apapun, kala masyarakat lainnya sibuk berbenah dan mempersiapkan berbagai acara. Bukan apa-apa, saya sendiri saat ini berasa hidup di 2 kota, Bandung dan Jakarta. belum lagi jam kerja yang sering tak menentu, nyaris membuat saya tak punya waktu banyak untuk bersosialisasi dengan masyarakat sekitar tempat tinggal saya.

Tapi kemudian beberapa hari yang lalu saya baca postingan salah satu rekan di HTML (Honda Tiger Mailing List), soal nasionalisme dan perayaan kemerdekaan Republik kita tercinta ini.

Postingan itu menggugah hati saya. Betul ! Karena saya dengan bangga mengakui, bahwa saya masih punya hati !!!!

Sebelumnya saya bingung, bagaimana menunjukkan rasa nasionalisme saya? Lalu, apakah memang perlu menunjukkan nasionalisme ?

Tapi setelah membaca tulisan bro Syamsul di HTML itu, saya kini tahu jawabannya ! Saya ingin menghapus segala bentuk penjajahan yang kalau kita mau sedikit saja membuka mata dan telinga, ternyata masih sering kita rasakan.

Sebagai pengendara roda dua contohnya, betapa sering kita lihat para pengendara roda dua menjajah pengguna jalan lainnya, dengan menyerobot lahan mereka berjalan kaki di trotoar, menutup ruang gerak mereka di zebra cross, dan menghadirkan horor saat mereka menyeberang jalan. Betapa sering pula kita melihat para penunggang motor itu menjajah pengendara mobil, dengan seenaknya memotong jalur mereka tanpa memberi tanda, menghantam spion mereka yang harganya ratusan ribu rupiah lalu melesat tanpa menunjukkan perasaan bersalah, ataupun menghadirkan horor lain bahwa setiap terjadi kecelakaan.....mobil-lah yang salah ! ADA YANG BISA BILANG KALAU PERILAKU-PERILAKU ITU BUKAN SUATU PBENTUK PENJAJAHAN ?????????

Tapi memang bukan cuma motor saja yang sering menjajah pengguna jalan lain. Mobil pun demikian, atau sebut saja Bajaj, Metro Mini, Kopaja, mikrolet, bus, dan kendaraan umum lainnya !

Para penjajah di jalanan itu memang bukan Jepang atau Belanda, yang menjajah bangsa kita, dengan mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia. Tapi mereka penjajah dalam bentuk lain, yang menjajah ketenangan hidup orang lain, menginjak hak-hak orang lain, dan bertindak semena-mena seolah jalanan dan dunia milik mereka saja !

Dan saya ingin menghapus penjajahan di jalanan itu ! Mimpi ? Mungkin iya ! Tapi para pejuang kemerdekaan dulu pun, mengawali perjuangannya dengan mimpi !

Mustahil kah? Saya yakin tidak ! Sulit, mungkin iya ! Sok dan belagu ? Terserah orang bilang apa ! Tapi itu tidak akan menghalangi niat saya untuk menghapus penjajahan di jalanan !

Lalu darimana memulainya ? Dari diri saya sendiri !

Simpel-simpel aja lah !


  1. Belok atau pindah jalur, kasih tanda dulu, liat spion, ada celah baru belok. (bukan dibalik urutannya lho ! jangan belok dulu, nunggu di klakson, baru kasih tanda !)

  2. Di lampu merah, mbo' ya berenti di belakang garis Zebra Cross, dan tidak memakai jalur kendaraan lain yang akan berbelok misalnya.

  3. Nyalain lampu dong ! Orang bilang boros accu, gak ada kerjaan, terserah ! Yang penting mereka maskin sadar bahwa "SAYA ADA !!!".

  4. Kasih tanda kalau ada lubang di depan kita. Bisa kasih sein, lalu kita pindah jalur, atau julurkan kaki ke arah tempat lubang berada. Lubang dikiri, ya julurkan kaki kiri. Ada lubang di kanan, ya julurkan kaki kanan.

  5. Helm pake yg bener dong ! Pake helm cetok, selain menjajah nyawa kita sendiri, juga nyawa orang di belakang kita ! Coba bayangin kalo itu helm cetok terbang, dan mengenai kendaraan di belakang. Apalagi tergilas motor, bisa jumpalitan dah tu motor !

  6. Nemu orang lain yang kena musibah, seperti mogok di jalanan, sebisa mungkin berenti dan memberikan pertolongan. Insya Allah, saat kita ada musibah, orang lain pun akan menolong, bukan malah kabur meninggalkan kita menderita sendirian ! Kecuali, kalau anda yakin bahwa anda tak akan pernah terkena musibah, dan bahwa anda tak akan pernah membutuhkan bantuan orang lain !

Soal nomor 6, saya baru punya pengalaman. Kemaren malam, jam 20.00-an, nemu satu pasangan yang nyemplak motor, entah motor apa karena (sorry to say!) tampangnya yang dah gak jelas. Mereka mogok di pertigaan Pasar Minggu-Kalibata. Saya parkir motor beberapa puluh meter kemudian, lalu saya menghampiri mereka untuk menawarkan bantuan. 15 menit kemudian, setelah meminjam kunci busi, tang, dan gunting, untuk memperbaiki busi mereka yang terendam air dan kabel busi yang acak2an, motor mereka kembali hidup. Bukan untuk menyombongkan diri, apalagi mengangap remeh mereka yang terkena musibah, tapi raut wajah mereka yang begitu berterima kasih, serta ucapan "Terima kasih banyak, Mas!" dari mereka berdua, begitu membahagiakan saya ! Seiring mereka pergi, mata saya hanya memandang motor mereka, sambil berucap dalam hati, "Ya Tuhan, tolong jangan sampai motor mereka mogok lagi, Tuhan ! Kalaupun sampai mogok, sambungkan pertolonganMu melalui orang lain lagi, Tuhan ! Seperti Kau hadirkan aku saat mereka mogok !".

Lalu saat saya hendak meneruskan perjalanan, saya kembali teringat pengalaman saya saat ditunggui saudara-saudara seperjalanan saya, ketika mengalami musibah kempes ban di Rajamandala beberepa bulan lalu ! Saya hanya bisa menghela nafas, dan kembali membatin, "Terima kasih Tuhan, Kau beri aku jalan untuk membalas pertolongan saudara-saudaraku, melalui orang lain !"

lalu apa hubungannya saling tolong menolong dengan kemerdekaan, atau penjajahan. Tentu ada !

Dengan saling tolong menolong, kita akan sadar bahwa di jalanan, kita bukanlah lawan ! Tapi kawan ! Dan antara kawan, seharusnya TIDAK ADA PENJAJAHAN !!!!

Di sisi lain, teman-teman terdekat saya pasti sudah tahu, betapa "kurang ajarnya" saya ini ! Dikit-dikit protes, dikit-dikit ngelawan ! Tapi ya itu tadi, buat saya, penjajahan, di manapun harus dibantai ! Baik antar bangsa, ataupun di jalanan, di lingkungan tempat tinggal, di tempat kita kerja, ataupun di suatu komunitas tempat kita bersosialisasi dengan orang-orang lain. Bisa dalam bentuk komunitas milis, organisasi kemasyarakatan, ataupun genk-genk-an antar teman !

PLEASE, JANGAN ADA LAGI PENJAJAHAN, DALAM BENTUK APAPUN !!!!!!! Karena INSYA ALLAH, apapun resikonya, saya akan lawan sampai kapanpun !

Orang boleh bilang saya belagu, atau kurang ajar ! Tapi buat saya, itu hanyalah bentuk lain perlawanan saya atas PENJAJAHAN !!! Jadi, jangan lagi pertanyakan sejauh mana nasionalisme saya !!!

Dirgahayu Negeriku, Benar-benar merdeka-lah Indonesia-ku ! I DO LOVE YOU IN MY OWN WAYS, INDONESIA !!!!


 


photo: www.dmdisney.com/loss_prevention.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar