Selasa, 27 Juli 2010

PILIHAN

Hidup adalah pilihan.

Entah berapa sering kita mendengar ungkapan itu. Semua mungkin sudah tahu artinya, atau setidaknya merasa tahu. Tapi tak ada seorang pun yang berani mempermasalahkan ungkapan itu, sehingga kebenaran mutlak seakan menjadi nilai darinya.

Ya, hidup memang segala sesuatu yang berhubungan dengan pilihan. Setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun yang kita lalui, semua adalah akibat dari satu pilihan demi pilihan, yang kita ambil secara sadar ataupun tidak, dalam hidup kita. Setiap pilihan punya latar belakang berbeda, akibat berbeda, dan mungkin efek samping yang berbeda. Terkecuali soal sebab, ada begitu banyak variabel yang menentukan akibat dan efek samping, dari setiap pilihan yang kita ambil. Dan suka atau tidak, kita, dan hanya masing-masing kita lah, yang harus bertanggung jawab atas segala pilihan yang kita ambil itu.

Dalam hidup saya, pilihan terbesar yang pernah saya ambil sudah hampir pasti adalah soal pekerjaan, dan istri. Keduanya tidak saling berhubungan, tidak saling menimbulkan sebab akibat. Tapi pastinya, inilah saya hari ini, sebagai akibat dari 2 pilihan besar yang saya ambil bertahun-tahun lalu itu.

Delapan tahun lalu, saya memilih berkarir sebagai seorang jurnalis, bukan sebagai pegawai salah satu bank swasta terbesar di negeri ini. Dan enam tahun lalu, saya juga memutuskan untuk memilih seorang perempuan yang begitu nyaris sempurna dima saya, bernama Alsi Nur’Khalisah, sebagai istri saya.

Kedua pilihan itulah yang kemudian menjadi penentu kehidupan yang saya nikmati kini. Tak pernah sedetik pun terlintas untuk menyesali dua pilihan besar yang telah saya ambil itu. Ya, MENGAPA SAYA HARUS MENYESAL ??? Pilihan diambil bukan untuk kemudian kita sesali. Pilihan, kita ambil karena itu adalah keharusan. Jaminan apa, sekali lagi, JAMINAN APA, yang bisa dijadikan pertaruhan, bahwa kita tidak akan menyesal bila kita mengampil pilihan lain yang tersedia di depan mata kita ? 

Dan saya memilih menghabiskan waktu saya bersama keluarga, di luar waktu kerja saya. Itu pilihan saya, bukan pilihan anda atau siapa pun ! Jadi tolong, jangan pertanyakan mengapa saya memilih itu. Silahkan pertanyakan pilihan anda sendiri.


bekasi, duapuluhlima ketujuh di duaribusepuluh, 11.30


Bayu Adhiwarsono©