Sabtu, 27 Desember 2003

CERITA HARI INI

yang kemarin masih mengejarku tak henti
hingga separuh bayangku sendiri
mengukir bekas jejakku semakin dalam
menjadi tempat tetirahku di akhir
nanti

lenganmu, lenganmu menggapaiku penuh rindu
sambil menyanyikan sisa kecupan semalam
yang tak ingin kukenang
sungguh

biar bara itu membiru di bukumu
sebagai tanda hela nafas baru kita
terpanggang duri rindu di pangkuanmu
sebagai mawar yang tak lagi merah
memburat beku kan tatap
sebagai nurani terpenjara ujung jemari

milik kami kita mereka
yang dulu aku kau
dan

jakarta, duapuluhtujuh keduabelas di duaributiga, 17.21

Kamis, 18 Desember 2003

SELEPAS TENGAH SASIH AKHIR WARSA

setengah ujung jarinya menjejak lalu masih
menyisakan yang untuk hari ini hingga lapar
menjelang
tiada ku bertanya tiada ia terdiam
hadirkan yang bukan jawab pastinya

bermimpi dari satu lelap ke lainnya
memaki dari setetes keringat ke lainnya
dan terusir dari dirinya sendiri

duh, bangsaku
masihkah aku mencintaimu

jakarta, delapanbelas keduabelas di duaributiga, 20.05

SELEPAS TENGAH AKHIR WARSA

setengah ujung jarinya menjejak lalu masih
menyisakan yang untuk hari ini hingga lapar
menjelang
tiada ku bertanya tiada ia terdiam
hadirkan yang bukan jawab pastinya

bermimpi dari satu lelap ke lainnya
memaki dari setetes keringat ke lainnya
dan terusir dari dirinya sendiri

duh, bangsaku
masihkah aku mencintaimu

jakarta, delapanbelas keduabelas di duaributiga, 20.05

Rabu, 17 Desember 2003

KATAMU APA !

masih seperti purnama lalu dan
sasih delapan yang baru singgah dan
rasanya sembilan warsa takkan jadi sesaat
dusta jua bila kubilang tak rindukan kau
mengecup tepi nadi kasihku yang hingga nanti
sudah,
membisu saja bersamaku kini
simpan penggalan cerita itu
untuk lelap yang nanti kan ketuk serambi
mimpimu dan
aku

perihnya selimuti barisan bulu di mataku
menggantungi kantuk di sepagi ini
dua langkah dari seterbitan mentari
setengah lelap yang sesaat
sungguh
mentarimu lah yang tak kurindu
sesasih ini saja
karena warsa di sudut jalan sana
serigala malam kembali ke ladangnya sendiri
dan yang kau cumbu
dulu

jakarta, tujuhbelas keduabelas di duaributiga, 19.06

Minggu, 14 Desember 2003

AKU A.....!

duhai aku,
kapan hingga berlari dari
bayangmu separuh menerka mimpi
tertatih membelai
di penghujung hari

duhai aku,
yang melempar tatap dari
tak tersisa pekik birahi
usai malam lalu
semu sepertimu

duhai aku,
usah lagi tidak pada sudut-sudut cermin
dirimu sendiri
usah lagi bukan tentangmu
di bayang sendiri

bandung, empatbelas keduabelas di duaributiga, 20.00