Kamis, 11 September 2003

DUA JAM LAGI

mereka bilang kini terang bulan
saat purnama

ditemani bintang
hanya satu tak lebih sejengkal
dari timur ke barat
sejak petang hingga fajar
membisik

dan untukku satu malam panjang lagi
saat lelap enggan menoleh

dicumbu sepi
hanya satu demi satu hisapan tembakau
berharap gundah terbang bersama asap
tak kembali sungguh kumau
pernah

dua jam lagi, sayang

jakarta, sebelas kesembilan di duaributiga, 03.00

DETIK TERAKHIR BERSAMAMU

kucari sisa dirimu
dibalik hentakan jemariku,
kupanggil kepergianmu
diantara kata-kata termuntahkan

tak ada
hilang
lenyap

kau bilang saat itu
takkan membawa separuh dariku,
lalu mengapa aku hampa ?

ataukah karena kecupmu
melukis bibirku ?

ataukah karena pelukmu
meluluhkan ragaku ?

tak cukupkah ?

jakarta, sebelas kesembilan di duaributiga, 03.15





Bayu Adhiwarsono ©
*Tulisan ini di-publish oleh Bayu Adhiwarsono,
dan dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta*

Sabtu, 06 September 2003

CUKUP AKU MEMBISU

jangan kau minta
aku bernyanyi untukmu
apalagi memberimu puisi cintaku
dikala malam mencabik rusuk
disaat rembulan merobek nadi

apalah arti kata-kataku
untukmu

tak cukup peluk ciumku ?
yang kuuntai di jemarimu
dan hantarkan lukisan asa
yang kusinggahkan di isakmu

apalah arti kata-kataku
untukmu

jakarta, tujuh kesembilan di duaributiga, 03.15

SURAT CINTA INI UNTUKMU !

berat mataku digelayuti lelap
yang masih merayu
untuk sekedar menanti esok
datang lagi mengetuk gundah

namun ku tak mau tanpa mimpi
tentangmu saja di malam ini
menemaniku seperti janjimu
yang kau ucap dua rembulan lalu

dan kini ku tahu kan kurindu lagi
tawamu di serambi hari
menjejak kasih
melukis ketulusan

hingga masa enggan berganti

jakarta, enam kesembilan di duaributiga, 03.08

HIMPITAN MALAM


aku tertawa
aku menangis
aku teriak
aku berbisik
aku meronta
aku terlelap
aku bernyanyi
aku meratap

di pelukMu

jakarta, enam kesembilan di duaributiga, 03.00