Jumat, 26 Juni 2009

LILIN

.......ijinkan doaku jadi lilin di jalanmu, kawan.
karena aku tahu kau bisa menemukan mentarimu sendiri........

Kamis, 25 Juni 2009

YANG BERBARING TELANJANG

kubiarkan diriku berbaring telanjang
tersapu mentari gersang mengering
angin membelai duka menguap tak berjejak
satu satu nafas tersisa tinggal luka
dan dia, tergelak tertawa basi hampa

kubiarkan ragaku berbaring telanjang
menatap hentakan masa kiri kanan belakang depan bawah atas
titik hujan yang terlepas dari genggaman mega
basahi bukan benam dahaga rindu ku
dan kalian, terkekeh mencibir sepi ku seperti yang lalu

kubiarkan ragaku berbaring telanjang
api mimpi malam itu menjilat segumpal hitam di dadaku
hitam yang kemarin dulu masih merah semburat asa
lalu asa ingkari janjinya, janjinya sendiri
dan mereka, menangisi aku berhasrat satu satu

kubiarkan ragaku berbaring telanjang
diselimuti gelitik ilalang menusuk kasih hina ku
menanti jingga senja yang berjanji mencumbuku
walau cinta habis di senja sejak tengah hari
dan kita, bukan aku kau dia mereka kalian !

kita hanya aku,
yang berbaring telanjang

jakarta, tigapuluh keempat di duaributiga, 15.41

Rabu, 24 Juni 2009

NAMAKU KEPALSUAN

Pagi itu mentari malas sekali untuk hanya sekedar menggeliat.
Namun kau hadir , tersenyum, dan jadi mentari baruku menawarkan cinta.

Lalu kau berbisik di telingaku, "maukah mengarungi samudera kasih berperahukan rindu berlayarkan keabadian berdayungkan cita menuju mata angin kebahagiaan, berdua saja".
"Mau...mau...", aku melonjak-lonjak girang

Namun kau merajuk, "kita tak bisa mengarungi samudera tanpa pelabuhan tempat perahu kita berangkat, buatlah satu saja", ujarmu
Kubilang, "tidak kah kau lihat pesisir pantai di tepian sana, kita bangun satu mulai sekarang"

Namun kau merajuk lagi, sembari mencumbuku, menggauliku, dan mengusik birahiku, "aku tunggu disini sayang, kau buatlah sendir"i, nyanyimu

Ah...bibirmu itu,
matamu itu,
kecupanmu itu
lenakan ku

Dan ku pun tersihir seperti yang kumau

"Tunggulah satu masa berganti disini, kan kupersembahkan semesta untukmu"

Tok...tok...tok...gubrak...gubrak...gubrak...selesai juga, pelabuhan, perahu, layar, dan dayung itu untuk kita

"Sayang, ayo kita berlayar malam ini", teriakku

Kulihat kau tak menyahut, hanya tertawa riang dan berlari menghampiriku

Di sisiku kau terdiam sejenak, "perahu itu terlalu kecil untuk kita, kau disini saja dulu menghitung mentari tenggelam, membilang belahan ombak, ku kan berlayar sendiri saja", manjamu

Dan kau menghilang tanpa kembali, tanpa selamat tinggal, hanya berbisik, "O ya, namaku Kepalsuan, namamu siapa ?".

Selasa, 23 Juni 2009

MALAM

untuk seorang kawan, setiap saat adalah pagi
mungkin karena dia sering gosok gigi
mungkin juga dia terlalu sering mandi
atau bisa jadi karena dia sering terbangun di tempat baru
cuma dia yang tahu

aku
lebih memilih setiap saat adalah malam

karena malam selalu mau berdusta untukku
dia sembunyikan kelabu dibalik gelapnya
dia simpan ramai di balik saku celananya

bahkan,
malam tak pernah meminta lebih dariku
aku boleh mendustainya kapan saja
aku bisa mencumbunya kapan aku mau
dan aku tak harus merasa bersalah meninggalkannya dalam lelap

hanya malam selalu setia menemani jemariku menari


jakarta, duapuluhtiga keenam di diaribusembilan

GAJAH

lagi anteng-antengnya si pesek maen komputer, tangan ini sengaja merangkul pundaknya !

dia langsung protes sambil senyum, "eeehhh.....diem NDUT.......GAJAH !!!"
langsung aku balas, "Hiyoshi SEMUT dong ! kurus gitu !!!"
dia kemudian balas memeluk sambil bilang, "Iya Hiyoshi SEMUT,............eh....gak deh ! Hiyoshi GAJAH ajah, biar jadi anak Abi !!!"

mungkin terdengar sepele, cuma ejekan berbalas ejekan, antara kami yang selalu dirajam rindu.

tapi mata ini ingin menangis haru. ternyata, anakku memang ingin jadi anakku, bukan jadi orang lain, apapun bentuknya.


I LOVE YOU, MY SON !!!!

Senin, 22 Juni 2009

10.7.04

dua yang berasal dari tiada
dua hati rasa dan diri
dua cita asa dan mimpi
dua langkah jalan dan titi

mulai titik ini
bersama mencari arti
cinta yang terucap
kasih yang tercurah
dan rindu yang terukir

dua yang berawal dari tiada,
kini bersama dan berdua
bukan jadi satu yang tanpa beda


bandung, sepuluh ketujuh di duaribuempat

:saya terima nikahnya Alsi Nur'Khalisah binti DR. Nanang Rizali M.Sc. dengan mas kawin perhiasan mas seberat 11 gram dibayar tunai !:

JADI APA ? JADI APA !

mulutmu harimaumu.

itu salah satu alasan mengapa dari dulu sebetulnya aku lebih suka menulis. ya, menulis untuk apa saja. memaki, menangis, menggerutu, atau hanya sekedar merenung.

tapi, mungkin bagiku tak selamanya mulut yang menjadi harimauku. terlalu sering menulis untuk diri sendiri, aku seakan kehilangan taring di mulutku. justru jemariku yang sering menjadi harimauku, walau sungguh aku tak mau jadi harimau. tidak untuk kau, kawan.

aku ingin jadi matahari untuk kau. menerangi langkahmu, sehingga kau tak terjatuh. namun pergi jauh dari hidupmu, ketika kau butuh terlelap.

terkadang aku ingin jadi bulan. menemani malammu yang sepi, atau hanya menemani lelapmu, lalu mengantarmu pergi di pagi hari untuk bertemu matahari.

tapi mungkin asyik juga, kalau suatu saat aku bisa jadi awan bagimu. ketika kau marah dan gundah, aku bisa kemudian menyejukkan mu dengan hujan.

untukmu aku selalu termenung dan bingung, pastinya ! karena aku tak tahu kau ingin aku jadi apa.

sementara untuk 2 malaikat-malaikat di sisiku, aku tak perlu bingung. karena bagi mereka, aku adalah aku. bagi mereka, aku tak pernah jadi harimau, pastinya.

Minggu, 21 Juni 2009

NGOPI DULU

Indahnya dulu ketika hidup belum mengenal facebook. Ketika saku-saku celana dan tas belum terbebani oleh BB ataupun IP. Kala waktu belum tersita untuk sekedar meng-update status, ataupun mengirimkan komentar-komentar kering nan lucu untuk teman-teman dan orang lain yang mungkin sebetulnya belum pernah kita kenal.

Cuma ada dua yang dulu memenuhi daily planner kita, jadwal kerja dan jadwal main bersama keluarga. Kini, di semua list, selalu ada jadwal tambahan yang selalu menyelinap tanpa ragu. Yaitu "NOTIFICATIONS".

Siapa yang harus disalahkan ketika kita lebih memilih berlama-lama duduk di sudut-sudut cafe, sambil tenggelam di dunia maya, sementara istri kita juga berenang di dunia maya lainnya, dan anak-anak kita lebih memilih bermain dengan para waitress yang jauh lebih ramah dari orang tuanya sendiri ?

02.04

memang belum waktuku.

Untuk terlelap,hmmm...aku belum juga tahu, kemarin tampaknya pak pos lupa antarkan kantuk untukku malam ini. Tapi seperti kubilang, jangan kuatir. Kalau soal kapan aku akan terbangun, hmmm...........itu sudah hampir pasti mudah diterka ! Pastinya menjelang terik ! Ya, pasti jelang terik ! Karena tampaknya setiap aku terbangun, matahari pasti sudah lebih dulu tinggalkan ku. "Ingin bermain lebih lama dengan sang awan", begitu yang selalu dia tuliskan di secarik linglung yang ia selipkan di selimutku.

Hmmmm,

aku ingin menari lagi di atas jariku malam ini !

MAAF

Bukan aku tak mencintaimu
jika aku tak pernah ingin mengunjungi pusaramu

Bukan pula aku tak rindukan mu
bila aku tak pernah kirimkan bait-bait doa untukmu

Sungguh, bukan aku tak mengingatmu
kala aku tak pernah menyebut namamu dalam kenangan

Tapi luka yang kau pahat di hatinya
mengukir luka jua di hidupku
Dan tangis yang kau tinggalkan untuknya
menguras sisa umurku

Masih ingat kah kau,
semua luka
segenap duka
sejumput siksa
yang kau sertakan di lelap abadinya ?

Jadi jangan salahkan aku,
bila kau tak pernah ada di memori ku

kecuali setetes darahmu

Sabtu, 20 Juni 2009

ZZZZZZZ.......

malam ini semua terdiam,
kecuali kau

malam ini semua terlelap,
kecuali kau

malam ini semua bermimpi,
kecuali kau

ini saatnya kita berkencan
bercumbu sampai peluh
diantara bintang dan rembulan
hingga jenuh


jakarta, duapuluh keenam di duaribusembilan