Senin, 14 Desember 2015

#GOWESHORE "BIKE FOR ONE" (EPS. 1 PULOGADUNG - MARUNDA)

Bike for One


Main sepeda itu nggak asyik.

Nggak asyik kalau nggak sambil menebar racun.

Sejak pertama kali bawa sepeda ke kantor, menebar racun adalah hal pertama yang saya lakukan. Sepinya parkiran sepeda, justru bikin saya makin semangat. Jadilah komunitas kecil teman-teman Sport tvOne yang berisi saya, Jonas, Rifky, dan sportscaster paling ganteng se-Pulogadung....Reza. Yang terakhir disebut, sengaja dosis racunnya saya kasih maksimal. Lumayan kalau gowes bareng bawa orang ganteng, minimal mamah-mamah muda saja sih kayaknya ada yang lirik peloton kami.

(Kenyataannya sih justru ibu-ibu tukang kopi yang minta dikawin sama Reza.....huahahaha....).

Setelah sekian hari obrolan soal rute dan kapan bakal gowesnya berlangsung hanya di tongkrongan pohon mangga (tempat ngopi anak-anak Sport tvOne) dan grup WhatsApp, akhirnya diputuskan 13 Desember 2015 kami akan gowes bareng ke ujung utara jalur sepeda Banjir Kanal Timur (BKT) di Marunda, tepatnya ke sini. Oorah !

Keberangkatan -lebay- kami bagi jadi 2. Saya yang gowes dari Utan Kayu bakal ketemuan dulu sama Rifky yang ngangkut sepedanya pakai mobil dari daerah Bintaro (Maap, lokasinya gak kedeteksi di maps. Sepertinya di luar angkasa :P) di Pulogadung. Janjinya sih ketemuan jam 05.00. tapi doi jam 05.30 baru nongol. Bajigur ! Tapi yowis lah, yang penting jadi gowes. :)

Dari hari masih gelap udah nongkrong di kantor.


Nggak pakai ba-bi-bu, kami langsung gowes menuju tikum alias titik kumpul berikutnya di sini, untuk ketemuaan sama Jonas dan Reza.

Sekitar pukul 06.00, akhirnya perjalanan #GowesHore# perdana kami dimulai. Berbekal Google Maps, kami pun mulai menyusuri jalur sepeda BKT. Ya, ceritanya sih jalur sepeda. Tapi jangan bingung kalau jalurnya justru ramai dengan penjual dagangan dadakan, pejalan kaki, motor, mobil, bahkan truk sampah, ikut "meramaikan" jalur ini. Namanya juga Indonesia. :(

Saling sapa dengan peloton lainnya yang kami temui di jalur ini, adalah salah satu hiburan buat kami. Paling tidak, itu tandanya kami tidak dalam posisi salah jalur. 

Saya nge-voor, tu bapak-bapak sama keluarganya di atas motor malah nebeng diphoto, Bagijur.


Oya, jalur BKT yang kami lalui, walau terganggu oleh beberapa kendaraan non-sepeda, masih relatif mengasyikan kok.

Di sekitar Pondok Kopi, kami harus agak memutar untuk kemudian menyeberangi rel kereta api, sebelum kemudian kembali masuk jalur sepeda BKT. Tak terlalu merepotkan. Padahal sehari sebelumnya salah satu teman kami di kantor mewanti-wanti soal ini. Saking ribetnya, kami berdebat soal sungai di atas atau di bawah rel kereta api. Aaaaahhh.........bisa gila lama-lama :P

Yang agak ribet, justru ketika kami hendak menyeberangi Tol Lingkar Luar di sini. Kami harus mengambil rute agak offroad sebelum lalu memutar ke arah Terminal Pulogebang. Di daerah ini kami sempat bertanya hingga 3 kali, untuk memastikan rute menuju Marunda.

Finiiiiiiish.....*ngarep*


07.00

Baru gowes 1 jam-an, jarak juga baru 7,5 km dari tikum di jalur BKT Radin Inten, perut mulai keroncongan. Peloton juga sepertinya harus melipir ngatur nafas. Apalagi Reza dan Rifky memang tergolong baru gowes lagi. Tukang bubur kacang hijau di sini, jadi Rest Area 1.



Gowes belum seberapa, yang penting photo-photo :P
Ki-ka: Rifky, Jonas, Reza, Saya.



Ketika menunggu pesanan bubur kacang hijau dan teh manis hangat, kami lihat ada sepasang suami istri dan kedua anaknya yang juga tengah menikmati sarapan di sini. Ising-iseng lah kami bertanya, maklum goweser nubitol, hapalnya cuma rute harian ngantor doang.

Rifky      : "Ini daerah mana, Pak?"
               (dengan tampang kelelahan macam baru touring AKAP)
Si Bapak : "Pulogebang, Dek. Emang pada dari mana?"
               (si bapak pasti berpikir kami goweser dari antah berantah)
Saya      : "Pulogadung, Pak"
               (polos, spontan, sama bego itu emang beda tipis)
Si Bapak  : "Ooooh.........deket itu sih!"
Kami        : *nahan malu, senyam-senyum, nyesel nanya*
Reza       : (bisik) "Makanya, lain kali kalau ada yang tanya kita dari mana,
                bilang aja dari Ciledug :))"
Kami        : SEPAKAT ! :P

Oke lah, lupakan rasa malu gara-gara salah nanya dan salah jawab barusan. Toh, semboyan kami dalam bersepeda adalah......"YANG PENTING GAYA, DENGKUL BELAKANGAN". Titik.

07.30

Setelah 30 menit ngaso, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. 14 km yang tersisa menuju ujung jutara jalur sepeda BKT, harus cepat diselesaikan sebelum matahari semakin tinggi.


Dari photo ini, TERBUKTI.....bahwa terlalu lama duduk di balik meja  membuat anda menjadi seorang penakut dalam hal menyeberang jalan :P

Makin menuju ke utara, bau amis khas wilayah pesisir makin tercium. Itu artinya, tujuan kami yaitu ujung utara jalur sepeda Banjir Kanal Timur sudah semakin dekat.

Tapi, apalah arti bersepeda bila tanpa photo-photo. Seringkali saya harus mengendurkan lagi laju sepeda saya, karena  peloton menemukan spot ciamik untuk berphoto.

SALJUUUUUUUU !!!! *pret ah*
Ada sampan, aroma amis makin kental, matahari terasa makin menyengat. Tak salah, laut sudah dekat.


Dan akhirnya, sekitar tepat pukul 08.00, kami tiba di tujuan sekaligus Rest Area 2, ujung utara jalur sepeda Banjir Kanal Timur. Dan yang pertama kali kami lakukan, tentu saja berphoto. Masih ingat dengan motto kami kan ? Ya, "YANG PENTING GAYA, DENGKUL BELAKANGAN".

Finish di Rest Area 2, ujung utara jalur sepeda Banjir Kanal Timur
   
Peraih Yellow Jersey Tour de Kanal :) *berat juga ni sepeda*
 
Menikmati angin pesisir, kopi, dan tentunya photo-photo



Di sini, saya pernah meninggalkan jejak ban sepeda saya....

Saya coba tengok strava, ternyata butuh waktu 2 jam untuk menempuh perjalanan Radin Inten - Marunda. Ditambah fisik kami yang pastinya mulai menurun, akhirnya kami memutuskan untuk segera pulang setelah 1 jam beristirahat di Marunda.

Next trip anggota harus nambah nih, biar makin banyak yang bisa dicela :P

09.00

Perjalanan pulang pun kami mulai. Saya coba narik peloton dengan average speed 16 km/jam, ternyata masih terlalu kencang. Beberapa kali saya terlalu jauh di depan, dan harus menunggu mereka mendekat. Saya sih maklum, namanya juga #GowesHore :)

Rifky yang mulai makin terganggu dengan kram-nya, juga membuat laju peloton makin santai.

Jonas: "PAYAH! Dengkul tahu! Lunak bener!" 
Rifky: "Ampuuuun, Joooon. Aku gak sanggup diginiin....."

Nunggu peloton bisa habis 1 batang rokok nih :P (JANGAN DITIRU !)



Katanya sih setting-an sadel kurang pas. Antara kenyataan......dan modus nafas senin-kamis :P

Biar kelihatannya beneran setting sadel


Apalagi, momen photo-photo kerap "mengganggu" ritme gowes kami. Beberapa spot di jalur sepeda BKT ini memang sayang untuk dilewatkan oleh mata lensa.


Salah satu spot favorit buat photo. Agak perjuangan bawa sepeda turun-naik tangganya

Nu Boga Lakon....
Jonas nahan kebelet, Rifky coba senyum walau paha kram melulu, Reza dengan modal gantengnya coba cari tebengan, saya mah.....ngudud sajaaa...
Peloton hura-hura
TUH LIHAT !!! ITU ARTINYA "JALUR SEPEDA" !!!

Dalam perjalanan pulang, kami sempat berhenti di Rest Area 3, yang menyediakan dawegan. Pas betul dengan kondisi peloton yang makin kelelahan dan kehausan. Ternyata mencari minimarket di jalur sepeda BKT adalah sesuatu yang mustahil. *LU PIKIIIIIRRR???*

*sumber: Google Maps. Sewaktu kami ke sini, tempatnya jauh lebih enak buat dipakai nongrong sambil menikmati dawegan.


30 menit kami ngaso, perjalanan pun kami lanjutkan. Di daerah Pulogebang kami memutuskan untuk meninggalkan jalur sepeda, dan memilih jalur via Stasiun Kereta Klender Baru Di depan Stasiun peloton terbagi 2. Reza yang memutuskan langsung pulang ke arah Pondok Kopi dan Jonas yang pulang ke arah Dr. Ratna memilih lewat Jl. Pondok Kopi Raya. Sementara saya mengawal Rifky yang makin tersiksa dengan kram-nya ke arah kantor, menyusuri Jl. I Gusti Ngurah Rai.

Sekitar pukul 12.00 akhirnya saya dan Rifky tiba di tvOne. Menghilangkan lelah sebentar, saya pun akhirnya pulang menuju kost saya di Utan Kayu.

Rute kantor ke Utan Kayu pun jadi rute pelampiasan saya :P.  Sepeda saya pacu sekuat lutut saya.

Ini adalah catatan total saya #GowesHore bersama teman-teman "Bike for One':

Distance         : 61,7 km
Moving Time : 3 hrs 56 mins 53 secs
Avg Speed     : 15,6 km/hr
Max Speed     : 47,2 km/hr
Calories          : 2440 cal

Ini catatan lengkapnya > My Strava.

Waktunya mandi, selonjoran, dan terlelap sambil bermimpi untuk trip selanjutnya. Salam Gowes!



Bayu Adhiwarsono©

Tidak ada komentar:

Posting Komentar