Kamis, 09 Desember 2010

MERASA KAYA KARENA MISKIN

*la·cur a 1 malang; celaka; sial; 2 buruk laku;
         me·la·cur v berbuat lacur; menjual diri (sbg tunasusila atau pelacur);
         me·la·cur·kan v membuat jadi pelacur: ~ diri, menjual diri;
         pe·la·cur n perempuan yg melacur; wanita tunasusila; sundal;
         pe·la·cur·an n perihal menjual diri sbg pelacur; persundalan;
         ~ ilmiah penyelewengan yg terdapat pd dunia ilmu pengetahuan;
         ~ keagamaan persetubuhan yg dilakukan dl rangka upacara ritual yg keramat

*sun·dal 1 a buruk kelakuan (tt perempuan); lacur; jalang; 2 n perempuan jalang; pelacur;
               ber·sun·dal v menyundal
               me·nyun·dal v menjadi sundal (pelacur dsb);
               per·sun·dal·an n perihal bersundal (menyundal); pelacuran


Itulah arti dua kata dasar di atas, yang saya temukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Satu benang merah yang saya temukan dari keduanya, adalah "menjual diri". Tidak ada keterangan tambahan, apa yang sebetulnya disebut sebagai "menjual diri" dalam pengertian sundal dan lacur di atas.

Lalu apa bedanya, antara para pelacur (bahasa populernya wanita tuna susila atau pekerja seks komersil), dengan para (sebagian ?) jahanam yang melacurkan diri di dalam gedung parlemen atau bahkan istana negara ? Lalu apa bedanya pula mereka, dengan para perempuan atau lelaki yang memilih bertahan dengan pasangannya, karena alasan materi (baik sebagai satu-satunya alasan, maupun alasan sampingan) ?

Yang pasti, persamaan diantara mereka adalah sama-sama membiarkan diri mereka diperbudak oleh materi. Alias INGIN KAYA ?

Padahal, bukankah lebih baik merasa kaya karena miskin, daripada merasa kaya karena kaya atau bahkan merasa miskin karena kaya ?  

The world is never enough anyway.





*Sumber: Kamus Besar Bahasa Indonesia

Bayu Adhiwarsono©

Tidak ada komentar:

Posting Komentar