Minggu, 29 Juni 2003

JERITAN DI UJUNG BARAT SERAMBI RUMAHKU

peluru itu tak bertuan !

memang, aku selimuti serbuk mesiu itu dengan timahku sendiri,
jujur, ku biarkan mataku membidiknya,
sungguh, jemariku lah yang menarik pelatuknya,
sumpah mati, di telingaku tembakan itu membisik untuk yang pertama kalinya

tapi Tuhan,
peluru itu tak bertuan !

aku hanya menginginkan dia terdiam,
bukan mati sisa tulang di kubur massal,

aku hanya merindu jadi tirani baginya,
bukan ingin membelenggunya di bawah lars-ku,

tapi Tuhan,
peluru itu tak bertuan !

menembus tengkorak masih berkulit,
mengoyak dada menghitung detik,
merobek bahu gendong sang ibunda,
merajam jemari belai mimpiku,
meregang satu jiwa tersisa,

demi peluru,
yang tak bertuan !

demi peluru,
yang berjinjit dari ujung senapan ku !

demi aku,
yang dia bilang berTuhan !


jakarta, duapuluhsembilan keenam di duaributiga, 13.35




Bayu Adhiwarsono ©
*Tulisan ini di-publish oleh Bayu Adhiwarsono,
dan dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar