Rabu, 25 Juni 2003

TANPA SYAIR

malam pergi musim hujan windu kemarin
mengajak mimpi terbang di warsa lalu
menggenggam setampuk masa terbawa serta
beralaskan sepatu kasih biru merona,
ditujunya mata angin kedelapan
hari nanti jelang

pagi belum juga tiba
walau langsir usai terbebani asa
dan air mata kupenggal dari penantianku
biarkan amarah gantikannya
hingga kukecup rinduku
hari nanti jelang

kantuk ?
satu lagi yang tak kukenal
selain kau

terjaga ?
satu lagi yang selalu kucumbu
selain kau

dan kudengar bisik itu lagi,
cinta dimulai tengah hari hingga senja

ya,
hari nanti jelang

jakarta, duapuluhlima keenam di duaributiga, 05.00





Bayu Adhiwarsono ©

Tidak ada komentar:

Posting Komentar