Rabu, 05 Oktober 2016

RAMADHAN RIDE: THE LAKE

Masjid Ramlie Musofa
Beberapa kali saya sebetulnya melalui Jl. Danau Sunter Selatan. Seingat saya, setidaknya hampir 5 kali saya mengayuh sepeda melewati jalan yang menyusuri sisi sebelah utara Danau Sunter dan Waduk Sunter itu. Tapi entah mengapa, saya tak pernah ngeh kalau di jalan ini ada sebuah Masjid megah yang menurut informasi dari beberapa pedagang di sekitar lokasi baru saja dibangun sejak 2014 silam.

Ramadhan ini pun saya awalnya tak punya rencana untuk mengunjungi Masjid di daerah Sunter. Tapi postingan salah satu rekan saya di medsos membuat saya penasaran. Bangunan megah bernama Masjid Ramlie Musofa, yang dibangun justru oleh salah seorang mualaf.

Maka Selasa 21 Juli silam pun saya memutuskan untuk mengunjungi Masjid ini.

Begitu mendekati Masjid, satu hal yang langsung menjadi perhatian saya justru lahan parkirnya yang begitu sempit. Hanya tersedia lahan parkir seadanya di depan Masjid, yang menurut perhitungan saya hanya layak untuk parkir sepeda motor. Di pekarangan Masjid memang ada sedikit lahan, tapi memang hanya disediakan untuk lalu lintas jama'ah. Tak ada satu pun kendaraan jama'ah yang dijinkan melintasi 2 gerbang Masjid, termasuk Si Keong. Selain lahan parkir yang sempit, ada hal lain yang menarik perhatian saya, yaitu tulisan dengan huruf mandarin yang tertera bersama tulisan berhuruf Arfab dan latin "Masjid Ramlie Musofa". 

Pihak keamanan Masjid hanya berujar dengan sopan, "Silakan parkir di situ saja, Pak. Kita akan pantau sampai Bapak selesai nanti".

Hanya bersenjatakan rantai gembok murah meriah. Tawakal saja.
Memasuki pekarangan Masjid, nuansa ramah langsung menyeruak. 5 personil Security yang selalu menyapa hangat para jama'ah, tersedianya toilet bagi pengguna kursi roda, ruang berwudhu yang dilengkapi dengan tempat duduk dan petunjuk lengkap cara berwudhu yang ditulis di dinding, serta Lift untuk keperluan jama'ah naik-turun Masjid bertingkat tiga ini.

Toilet bagi pengguna kursi roda
Ruang berwudhu
Di dinding kanan dan kiri tangga menuju puntu masuk utama Masjid, juga terukir ayat-ayat Surah Al-Fatihah, lagi-lagi lengkap dengan penulisan berhuruf mandarin. Ini adalah salah satu spot favorit jama'ah untuk berfoto, dengan latar belakang pintu utama dan bangunan masjid yang begitu megah.

Bahkan ketika menunggu saatnya berbuka, para jama'ah juga betah duduk-duduk di tangga ini, sambil menatap kosong ke arah hidangan ifthar yang sudah disiapkan pengurus Masjid. :))

Teras utama Masjid
Bedug yang menghiasi salah satu sudut teras Masjid

Dinding tangga Masjid
Berharap-harap cemas :)
Teras sebelah Timur Masjid

Kubah Masjid tampak dari dalam

Bagian dalam Masjid
Satu hal yang menarik perhatian saya, justru bukan soal arsitektur Masjid yang memang termasuk unik, dengan menggabungkan sentuhan modern dan kaligrafi Arab serta terjemahan Surah dalam huruf Mandarin. Yang membuat saya tersentuh, justru sikap salah satu putra sang pembangun Masjid, yang begitu ramah terhadap jama'ah. Dari hasil pembicaraaan singkat dengan tukang parkir, sang putra ini memang terbiasa melepas kepergian jama'ah yang selesai melakukan ibadah di Masjid Ramlie Musofa ini di gerbang Masjid, sambil mengucapkan "Terima kasih". Rasanya belum pernah sepanjang hidup saya, ada orang yang sengaja menyambut jama'ah di pintu keluar, sambil mengucapkan terima kasih. :)


Masjid Ramlie Musofa





Bayu Adhiwarsono©

Tidak ada komentar:

Posting Komentar