Sabtu, 12 Maret 2011

LELUCON

mengaku sebagai orang paling ahli,
tak cuma satu ilmu
tapi nyaris semua
yang lain adalah sampah
berteriak lantang
walau sebetulnya bukan mencari menang
inikah sebuah lelucon ?

di sudut lain ratusan orang saling teriak,
mengandalkan jas dan dasi
menyembunyikan rakus dibalik suara lantang
yang cuma mencari menang
bukan untuk perut-perut yang menanti kenyang
atau ini namanya lelucon ?

cerita lain ada di lapangan,
yang sejatinya menawarkan bukan hanya soal menang
bukan pula soal mengapa tak menang
karena keadilan adalah bendera,
yang sejak awal dikibarkan
tapi semua berteriak
merasa paling punya hak menang
mungkinkah ini termasuk lelucon ?


jakarta, duabelas ketiga di duaribusebelas, 22.00



Bayu Adhiwarsono©

Tidak ada komentar:

Posting Komentar