Jumat, 03 September 2010

JANGAN GANGGU DARKO ?


3 tahun berlalu, sejak saya menulis soal JANGAN GANGGU IURIE !!!. Kala itu, slogan “from zero to hero” seakan berbalik 180° menjadi “from hero to zero”, bagi sang pria asal Moldova, Arcan Iurie. 

3 tahun berlalu, sejak Iurie dipuji lalu mendadak dicaci. Tapi mimpi saya dan mungkin puluhan ribu hingga ratusan ribu bobotoh, untuk kembalinya kejayaan PERSIB, sudah jauh lebih lama berlangsung. Mimpi indah, berubah menjadi mimpi buruk, kembali indah, dan lagi menjadi buruk. Terus berulang dan berulang.

Jengah, bosan, marah, putus asa, memang berkecamuk. Hanya kecintaan sejati pada Pasukan Biru, yang lagi-lagi mampu meredam segala gundah, dan kembali saya diselimuti harapan, perasaan yang begitu menjadi gejolak khas awal musim.

Jelang musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010-2011, Daniel Darko Janackovic ditunjuk menjadi penguasa kursi panas pelatih Persib. Sudah pasti, banyak tanya, keraguan, bahkan ketidaksetujuan atas penunjukan pria yang akrab dijuluki DDJ ini. Sebelumnya, bobotoh sempat mendapat angin segar ketika Rahmad Darmawan digosipkan bakal segera berlabuh. Tapi layaknya rumor yang beredar setiap jelang awal liga bergulir, tahun ini kembali harapan untuk mendatangkan pelatih karismatik ini harus menguap begitu saja. Ada juga nama Jackson F Tiago, yang sempat menjulang bersama Persebaya dan Persipura. Tapi seperti halnya RD, rumor berlabuhnya pelatih murah senyum dan terbiasa menyelipkan tusuk gigi di bibirnya itu ternyata hanya isapan jempol belaka. 

Kini DDJ lah yang “berkuasa”. Dan semua mata bobotoh seakan terbelalak sekaligus bertanya, “Saha Darko teh ?”. Belum juga pertanyaan itu sepenuhnya terjawab, saat itu pun tiba, saat memalukan !!!

Liga memang belum bergulir. Tapi Persib sudah mencatatkan hasil MEMALUKAN, ketika dipecundangin Sriwijaya FC di ajang pra-musim Inter Island Cup (IIC). Tak tanggung-tanggung, setengah lusin gol, bersarang di gawang Maung Bandung, yanng malam itu seakan kehilangan semua taringnya.

Suara-suara sumbang pun kembali terdengar. Cacian yang 3 tahun ditujukan untuk Arcan Iurie, kini kembali terdengar. Mulai dari bobotoh yang menjuluki dirinya “bobotoh garis keras” hingga “bobotoh sejati”. Makian terdengar dimana-mana, tapi nada sabar juga terdengar tak kalah lantang. 

Ya, hasil kalah 0-6 dari Sriwijaya FC di IIC memang memalukan.

Tapi pantaskah kita berteriak “PECAT DARKO !!!”, kala laga sesungguhnya belum bergulir ?

Pantas pulakah kita membela dengan berteriak tak kalah lantang “JANGAN GANGGU DARKO !!!”, ketika di partai pemanasan saja, hasil yang begitu buruk dan memalukan itu terpampang di depan mata kita ?

Semoga kearifan, menjadi pagar kita semua. PERSIB NU AING !!!

jakarta, tiga kedelapan di duaribusepuluh, 21.55


Bayu Adhiwarsono©

Tidak ada komentar:

Posting Komentar