Selasa, 17 Agustus 2010

DUA MALAIKAT

dua malaikat itu kini tertidur setelah hari yang panjang
melintasi jutaan langgar dan gereja
menjejaki langkah-langkah yang tak pernah terhitung
dari dan menuju kota lainnya

dari nafasnya kucium kelelahan sangat
sementara peluh perlahan menandakan kegelisahan,
membasahi tanpa permisi

dua malaikat itu lelap
membiarkanku menuliskan setiap kisah tentangnya
kata demi kata melawan kantuk
dalam sebuah ode kerinduan

bekasi, enambelas kedelapan di duaribusepuluh, 02.48



Bayu Adhiwarsono©

Tidak ada komentar:

Posting Komentar