Sabtu, 09 Agustus 2003

INI BUKAN PUISI

:Amih tersayang, disisiterbaik Allah SWT.
maaf, cucumu ini belum sempat membahagiakanmu.


sebelas warsa kulalui tanpa
tulus kecupmu di kening ku
teduh tatapmu di hari-hari ku
hamparan doamu di langkah ku
hangat pelukmu di serpihan duka ku

namun,

kau pasti tahu ku tak berdusta,
saat kubilang ada namamu deru nafasku
kala kusebut namamu dalam asaku
bila kubangun cintaku atas namamu

namun,

mengapa mereka sia-siakan
rindu yang kugenggam seperti kepastian
fajar di bibir mentari,
bintang di ujung jemari rembulan,
pagi di serambi malam,
petang di balik tabir siang

duhai ibunda dari perempuan yang menyusuiku,

ingin ku lari menuju bentangan tanganmu
memuntahkan duka ke pangkuan
basahi dadamu dengan isak
dan berbisik,

andai dapat kuseberangi jembatan,
yang terbentang sejak sebelas warsa lalu
sekedar mendengar jawabmu

jakarta, sembilan kedelapan di duaributiga, 03.26




Bayu Adhiwarsono ©
*Tulisan ini di-publish oleh Bayu Adhiwarsono,
dan dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar