Kamis, 27 Maret 2003

INDAHNYA MATI TANPAMU

jangan menangis di bahuku kini hingga nanti tak pernah
air matamu itu yang tenggelamkan angkuh pengembara durjana ini
bawa jauh gundahmu dan muntahkan di ujung samudera sana
dimana tatap ketulusan tak pastikan hati yang merindumu
biar kurengkuh, kucumbu,kugauli pedihku sendiri
dan kau bukan untukku kau bilang!

jangan bakar sepi ku dengan kerling meracun matamu
senyum itu jua kemarin memangkas asaku habis tak sisa
kumaki, kuserapahi, kusumpahi, kukutuk hina cinta ini untukmu saja
kau yang tuli atau aku tak menduga untuk berbisik sekadar berbisik

lalu siapa yang jalang?

jangan membelai angin di wajahku dalam lentik jemari menipu
taringmu itu...taring itu mengorek luka bekaskan borok merelung
dan ku kan menari bersama lalat iringi kidung kegelapan
na na na...ni ni ni...indahnya mati tanpamu

jangan bicara tulus rasaku di balutan iba mu
bibirmu tak sehina itu walau kulumat malam tadi di mimpiku
bukan kau tak menahu kenistaan hasrat kasih
aku...aku...aku yang terpenggal nurani terseret pesona


jakarta, duapuluhtujuh ketiga di duaributiga, 09.15




Bayu Adhiwarsono ©
*Tulisan ini di-publish oleh Bayu Adhiwarsono,
dan dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar