Kamis, 20 Maret 2003

AKU, KERINDUAN, DAN REMBULAN

ada rasa yang perlahan datang membuka tabir malam yang sempurna
sedikit berdebar, sedikit gatal, sedikit membingungkan
lalu ku bertanya pada rembulan yang penuh,
tidak teriak, hanya berbisik sayup sekali...
"lan, rembulan,...rasa apa ini namanya?"
tidak terdengar jawaban...
"rembulan! rasa apa ini namanya?"
bisik itu ku keraskan sedikit,
tidak juga terdengar jawaban...
"hai bulan! dengarkah kau,......rasa apa ini namanya?"
kini ku teriak

ternyata rembulan tengah dirundung tuli malam ini,
justru rasa itu yang perkenalkan dirinya sendiri....

"kau tanyakan apa aku ini?,
aku ini kerinduan yang datang mengusik sepi mu,
dan seperti yang telah lalu, aku datang tanpa permisi,
terkadang, bahkan mungkin seringkali ku goreskan luka,
namun sesekali rasaku semanis madu berselimut gula-gula,
aku lah Kerinduan...!"

dan ku pun terdiam, lalu ku bertanya lagi,
tak berbisik apalagi teriak, cukup di hatiku saja,

"siapa titahkan kau datang? pergi jauh!, malam ini ku ingin satu...
mencumbu rembulan yang tuli, bukan diusik kerinduan!"


jakarta, duapuluh ketiga di duaributiga, 02.45






Bayu Adhiwarsono ©
*Tulisan ini di-publish oleh Bayu Adhiwarsono,
dan dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar