Minggu, 01 Maret 2009

Papua....oh...Papua 1

"Lu pasti jatuh cinta....!"

Seorang sahabat, Riza, mengirimkan sms itu ketika saya mengabari rencana saya meliput pertandingan Persipura Jayapura vs Persema Malang pertengahan bulan Februari lalu.

Sementara teman saya yang lain, dah mewanti-wanti untuk siap-siap merasakan perjalanan yang membosankan selama 6-8 jam dari Jakarta menuju Jayapura.

Dan setelah sempat tertunda, akhirnya saya jadi juga pergi ke salah satu daerah yang orang bilang punya pemandangan terindah (setidaknya) se-Indonesia ini.

Berangkat dari Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan penerbangan Lion Air, pukul 22.30 WIB, langit Jakarta mengiringi kepergian saya dengan cuaca yang cukup cerah. Sekitar pukul 03.00 WITA, pesawat transit di Makassar, selama kurang lebih 30 menit.

"Duh, perjalanan masih panjang....", batin saya.

Setelah kembali terbang menggunakan pesawat yang lain dari Makassar, saya pu akhirnya bisa tertidur di pesawat, dan baru terbangun ketika pramugari mengumumkan rencana pendaratan pesawat yang tinggal 20 menit lagi di Bandara Sentani, Jayapura.

Saya lihat jam ditangan sudah menunjukkan 06.00 WIB (sengaja saya tak pernah merubah zona waktu di jam tangan, untuk mengingatkan dari mana saya datang dan kemana saya akan pulang). Berarti sudah pukul 08.00 WIT. Saya pun membuka tutup jendela pesawat di sebelah kiri.

"Luar biasa!". Itu yang pertama kali terlintas dalam pikiran, begitu melihat keindahan tanah Papua dari atas. Dan ternyata keterpanaan saya belum berhenti sampai disitu. Ketika pesawat hendak mendarat, saya masih tercengang melihat gunung yang tinggi menjulang dengan indahnya, berada hanya beberapa kilometer dari badan kiri pesawat !!!! Baru kali ini saya menemukan Bandara yang bersebelahan dengan gunung.

Begitu roda belakang pesawat menyentuh landasan, saya kembali terkaget-kaget, karena pilot tamaknya langsung melakukan pengereman.........habis-habisan, kalo bisa saya bilang. Bahkan badan saya sampai terdorong kedepan dan bergeser beberapa centimeter di kursi yang masih mengenakan sabuk pengaman. "Alangkah pendeknya landasan ini".



to be continued.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar