Rabu, 22 November 2006

GARA-GARA BUSH

Pukul 20.00, 17 November 2006.Seperti biasanya, Jum'at malam, adalah jadwal mudik ke bandung, untuk menengok anak dan istri tercinta. Berita kedatangan salah satu Presiden tersombong di dunia, George W. Bush, yang membuat Bogor siaga, ikut mempengaruhi rencana perjalanan saya.

Tanpa SIM, ditambah STNK yang dah mepet tanggalnya, membuat saya harus mencari alternatif jalan lain menuju Bandung, selain rute biasanya yang selalu always melalui Bogor. You know lah, polisi sepertinya gak bakalan akrab, dengan posisi biker seperti saya.

Berbagai rute alternatif mulai dicari. Jonggol, jelas tak mungkin. Berdasarkan pengalaman dan cerita rekan-rekan, Jonggol merupakan salah satu wilayah yang hanya aman bila dilalui, kala matahari masih bersinar. Berbagai alasan bisa kita runut. Mulai dari kemungkinan adanya bajing loncat, alias rampok, alias begal, atau apalah, pokoknya wong jahat. Jalanan yang cenderung lebih sempit dan berkelok-kelok, dibanding jalur Puncak. Hingga mungkin, kurangnya tempat istirahat yang ideal.

Sentul. Siang sih kata rekan di Kymco Motor Club Jakarta (KMCJ), Budi, memang enak dilalui, kalau siang. Tapi malam, nggak janji. alasan, hampir sebunyi dengan Jonggol.

Pilihan terakhir, via Bekasi-Karawang-Purwakarta. Berdasarkan masukkan one of my bro di milis Kymco-Indonesia, Rangga, rute ini cukup aman dilalui. So, .....let's the journey begin!

VS Truk-truk segede gajah !Berbekal peta Jabotabek, yang biasanya menempel di dinding kantor (Busyet, niat amat ya!), Blue Black Trend 2000 langsung menuju kawasan Kalimalang. Jalanan sih enak. Walau lebarnya agak pas-pasan, tapi panjangnya lintasan, membuat menyalip 1-2 mobil sekaligus, bukan hal mustahil, asal tetap hati-hati dengan laju kendaraan dari depan.Tapi memasuki Bekasi, ranjau darat mulai bertambah parah. Rute Cibinong yang biasanya saya lalui, tak ada apa-apanya dibanding rute Bekasi ini. Beberapa kali saya terpaksa menghantamkan motor saya ke lubang-lubang yang punya kedalaman sekira 10 cm. Daripada saya berusaha mengelak, malah benturan dengan kendaraan lain yang sama-sama bersusah payah menghindari ranjau !!!

Menjelang masuk Purwakarta, saya memilih rute via Kosambi, sesuai saran tukang ojeg, yang sempat saya ajak bincang-bincang kala istirahat di Karawang. Jalanan disini lebih mulus, tapi lintasan lebih sepi, dan sempit. Tapi sebanding lah, dengan potongan jarak dan waktu yang saya dapat, daripada saya melalui Cikampek.

Memasuki Purwakarta, baru deh, Truk-truk segede gajah, mengajak beradu torsi...hehehehehe....! Motor saya yang mungkin hanya sepersekian ukuran body-nya, harus pintar-pintar mengambil lubang diantara mereka, bila ingin mendahului mereka.

Singkat cerita, 6,5 jam (termasuk berhenti untuk tidur selama 1 jam di Purwakarta) sejak saya berangkat dari Jakarta, akhirnya saya tiba di Bandung. Bertemu 2 malaikat terindah, Alsi Nur'Khalisah dan Muhammad Hideyoshi 'Abdul 'Aziz Adhiwarsono.





Teteupp.....Puncak !
Senin dini hari. Biasa, ini adalah jadwal untuk kembali ke kenyataan...hehehehehe....! Yaitu harus balik ke Jakarta, dan lagi-lagi bo,....kerja!

Kali ini, one of my bro di milis, Rangga Santika, kebetulan punya jam balik bareng. FYI nih, Rangga ini salah satu yang berhasil saya racunin untuk menempuh perjalanan Bandung-Jakarta, pada dini hari! Enak kan bro, dingin-dingin beku! Hahahahahaha....

Janjian ketemu di depan Terminal Leuwipanjang Bandung pukul 02.00, kita rundingan sebentar soal rute yang bakalan diambil. Dan setelah dipikir-pikir, jalur Puncak-Bogor, tetep jalur ideal. Resiko tertutup blokade aparat keamanan pada pukul 06.00, jelang kedatangan Si Bush, kita terjang!

Dalam perjalanan ini, sorry to say bro, saya baru sadar betapa jauh perbedaan kemampuan mesin 100 cc dkk dengan 125 cc. Rangga yang menggunakan Free-Ex, memang menempel di belakang kala kita meluncur di medan turunan. Body ringan Ex, ban masih yahud, ditambah keberanian Rangga, "hanya" mendapat perlawanan minim dari Trend saya, yang punya ban nyaris gundul, body gambot, dan nyali sang rider yang tipis....hiks!

Tapi kala di lintasan lurus mendatar dan tanjakan, hehehehe......Rangga maik jauh tertinggal. Perasaan Trend saya termasuk lagi boyot gara-gara knalpot abal-abal, eh ternyata, masih bisa ninggalin Ex jauh di belakang.
Disambut Brimob dan Gegana

Istirahat 3 kali, yaitu SPBU Rajamandala, Puncak, dan Ciawi, kita tiba di Bogor 05.30. Jalan Pajajaran sudah tertutup sebelah jalurnya. Tapi kita masih diijinkan masuk, karena masih tersisa 1 jalur lagi.

Begitu melintasi kawasan Kebun Raya Bogor, Bapak-bapak aparat dari Bribob, Gegana, dan lain sebagainya, keluar seakan menyambut kami.....busyet, GR amat ya! Mereka tengah bersiap-siap untuk mulai bertugas menina-bobokan Bush, selama dia berada di Bogor.

Dari Bogor hingga Jakarta, kita hanya sempat berhenti 1 kali lagi di Kalibata, karena kantuk menghadang. Oya, kali ini kita sepakat menghindari rute Gunung Sahari, dan memilih via Margonda. Tapi ternyata tetep....Macrets!!!!!!!!!!!!!

Singkat kata aja ya! Kita mendarat di Mangga Dua pukul 07.30.
Next time, kita jalan bareng lagi bro!





22 November 2006



Tidak ada komentar:

Posting Komentar