Sabtu, 05 April 2003

AIR MATA MASIH MENANGIS

air mata itu belumlah habis jua,
ketika hujaman peluru mengoyak mimpi bocah tak berinduk
merenggut tawa yang sempurna di senja tiba
mengubur bangkai sang ayahanda di pelukan persada
namun air mata itu belumlah habis jua

air mata itu belumlah kering,
saat keangkuhan imani masih menonggak damai
hanya untuk redakan angkara bergolak
yang menari diatas duka dan dendam
dan syahwat pun dipanggilnya Tuhan
namun air mata itu belumlah kering jua

air mata itu belumlah usai jua,
walau ketulusan kembali terjajah tirani
datang bawa mimpi buruk yang baru
yang bukan hitam pekathanya darah dan ketiadaan
namun air mata itu belumlah usai jua

air mata itu belumlah terseka jua,
kala cinta tak lagi bersinggasana
melata mencari mahkota berlumpurkan nista
teriakkan hymne keabadian beku menusuk menggigil
namun air mata itu belumlah terseka jua

:bush, untuksejumputnyawakaurenggut

air mata itu belumlah habis jua,
ketika hujaman peluru mengoyak mimpi bocah tak berinduk
merenggut tawa yang sempurna di senja tiba
mengubur bangkai sang ayahanda di pelukan persada
namun air mata itu belumlah habis jua

air mata itu belumlah kering,
saat keangkuhan imani masih menonggak damai
hanya untuk redakan angkara bergolak
yang menari diatas duka dan dendam
dan syahwat pun dipanggilnya Tuhan
namun air mata itu belumlah kering jua

air mata itu belumlah usai jua,
walau ketulusan kembali terjajah tirani
datang bawa mimpi buruk yang baru
yang bukan hitam pekathanya darah dan ketiadaan
namun air mata itu belumlah usai jua

air mata itu belumlah terseka jua,
kala cinta tak lagi bersinggasana
melata mencari mahkota berlumpurkan nista
teriakkan hymne keabadian beku menusuk menggigil
namun air mata itu belumlah terseka jua



jakarta, lima keempat di duaributiga, 02.05



Bayu Adhiwarsono ©

Tidak ada komentar:

Posting Komentar