Selasa, 18 Maret 2003

BERSENGGAMA DENGAN MIMPI

aku tak mampu bertanya
pada sunyi malam kala fajar mulai mengintip celah hari
apakah memang rasa ini harus kupendam
dan kukunci rapat dalam peti pedih hati
wahai bidadari berjuta masa

aku juga tak mampu berhenti mencintaimu
bak mentari selalu terangi hari
walau terkadang angkasa terselimuti kelabu
namun kau tahu pasti itu ada tersembunyi
wahai pelangi berlaksa warna

lalu apa guna hati ini terciptakan
bila keraguan senantiasa menyelinap
mengusik segala asa di khayalan
menyisakan gundah dan amarah yang cuman hanya saja
bergolak tanpa terperikan

hingga kapan ini berakhir,
esok, lusa, warsa nanti, atau memang tak akan pernah jua
jika kasih dan kerinduan untukmu cuman hanya saja
menggeliat, gerogoti sepi ku, hempaskan kepastian
menawarkan keindahan yang mungkin semu

jakarta, delapanbelas ketiga di duaributiga, 05.05

Bayu Adhiwarsono©

Tidak ada komentar:

Posting Komentar